[ad_1]
Google baru saja mengumumkan bahwa mereka sedang menjajaki gagasan menempatkan pusat data AI ke orbit untuk memanfaatkan keluaran matahari sebagai sumber energi. Menurut Google Research, Project Suncatcher bertujuan untuk memiliki konstelasi satelit bertenaga surya dengan Google TPU yang berkomunikasi secara optik. Hal ini akan memungkinkan perusahaan untuk menjalankan pusat data yang boros listrik tanpa memerlukan infrastruktur besar yang diperlukan untuk membangun pusat data di darat.
Listrik saat ini menjadi salah satu hambatan dalam pembangunan infrastruktur AI, dimana perusahaan seperti Microsoft tidak mempunyai persediaan GPU karena tidak memiliki cukup listrik untuk mereka. Hal ini juga menyebabkan kenaikan harga listrik di seluruh Amerika, sehingga membebani penduduknya dengan biaya tersebut. Perusahaan teknologi berinvestasi pada teknologi alternatif seperti reaktor modular kecil dan mesin jet untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka di masa depan, sementara tantangan pasokan listrik saat ini dengan cepat mengubah susunan jaringan listrik.
Tenaga surya adalah sumber energi ramah lingkungan yang dapat digunakan oleh pusat data untuk menghasilkan listrik, namun energi ini memakan banyak ruang dan bergantung pada siklus siang-malam serta kondisi atmosfer. Google menyarankan bahwa dengan menempatkan satelitnya di orbit rendah bumi yang sinkron dengan matahari saat fajar-senja (yang berarti satelit akan mengorbit terminator bumi, atau garis pemisah antara siang dan malam), satelit tersebut akan diterangi oleh matahari hampir 100% sepanjang waktu. Hal ini akan memungkinkannya menghasilkan daya sekitar delapan kali lebih besar dibandingkan panel surya berbasis darat, sehingga menjadikan pusat data AI berbasis ruang angkasa berpotensi lebih skalabel.
media=”https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/7cUTDmN2PHNRiNBVqbKf56.png” class=”pull-left”/>
Mengikuti Perangkat Keras Tom di Google Beritaatau tambahkan kami sebagai sumber pilihanuntuk mendapatkan berita, analisis, & ulasan terbaru kami di feed Anda.