[ad_1]
Inisiatif ini dibangun berdasarkan perluasan infrastruktur digital di Kenya dan pertumbuhan investasi dalam pembangunan berbasis teknologi.
Kenya telah mengumumkan rencana ambisius untuk memposisikan dirinya sebagai “Code Nation” terkemuka di Afrika, yang menandakan lompatan berani untuk menjadi pusat pengembangan perangkat lunak dan kecerdasan buatan (AI). Pengumuman ini disampaikan pada acara software and AI Summit, dimana Dr. Eng. John K. Tanui, Sekretaris Utama Departemen Luar Negeri untuk ICT dan Ekonomi Digital, menguraikan visi strategis negara ini untuk memanfaatkan infrastruktur digital, inovasi, dan talenta untuk pertumbuhan inklusif.
Inisiatif ini dibangun berdasarkan perluasan infrastruktur digital di Kenya dan pertumbuhan investasi dalam pembangunan berbasis teknologi. Pemerintah bertujuan untuk memperluas jaringan serat optik negara ini hingga 37.153 kilometer pada tahun 2027, dengan tujuan menghubungkan 99% populasi. Infrastruktur ini menopang platform layanan digital Kenya, yang telah memproses lebih dari 500 miliar transaksi setiap tahunnya, memberikan landasan yang kuat bagi ekonomi digital yang berkembang.
Komponen utama dari rencana “Code Nation” adalah program Skill-Up Kenya, yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital dan membina angkatan kerja yang sangat terampil. Inisiatif ini menargetkan pelatihan 1 juta profesional terampil dalam jangka pendek dan 20 juta individu yang kompetitif secara global dalam jangka panjang, dengan fokus pada bidang-bidang utama seperti rekayasa perangkat lunak, keamanan siber, dan ilmu data. Menurut rencana, keberhasilan Kenya dalam ekonomi digital tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, namun juga pada penanaman pola pikir yang menghargai inovasi, kreativitas, dan solusi lokal.
Strategi ini bertumpu pada empat pilar utama: Katalis Digital, yang memberdayakan perusahaan rintisan, universitas, dan pusat inovasi untuk membangun solusi yang relevan dengan pasar; Connecting Capital, yang menghubungkan pengusaha dengan investor lokal dan global; Pengembangan Bakat, yang mempromosikan profesional yang beretika dan terampil; dan Data & Tata Kelola, yang menekankan sistem sumber terbuka, AI yang bertanggung jawab, dan kerangka perlindungan data yang kuat.
Rencana tersebut juga selaras dengan upaya transformasi digital global, yang memproyeksikan investasi senilai lebih dari $100 miliar di seluruh ekosistem teknologi Afrika. KTT Perangkat Lunak dan AI, yang diselenggarakan bersama dengan Universitas Moi, menyoroti kemajuan Kenya dan niatnya untuk membangun Pusat Ekonomi Digital di Nairobi serta pusat-pusat regional yang menghubungkan ekosistem inovasi dengan para pemimpin teknologi internasional.
Melalui inisiatif ini, Kenya bertujuan untuk berkembang dari negara yang mengadopsi teknologi menjadi pencipta global—memanfaatkan bakat lokal, inovasi, dan infrastruktur digital untuk membentuk masa depan AI dan perangkat lunak di benua ini sekaligus mendorong kemakmuran ekonomi yang inklusif.